Menatap Masa Depan Jurnalisme: Refleksi HPN 2026 dari Kampus UIN Saizu Purwokerto

PURWOKERTO – Tanggal 9 Februari 2026 menandai enam dekade perjalanan pers nasional. Di tengah perayaan Hari Pers Nasional (HPN) ke-60, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga marwah jurnalisme di tengah disrupsi teknologi dan tuntutan profesionalisme.

Ketua Prodi KPI UIN Saizu, Uus Uswatusolihah, menyoroti tema HPN tahun ini, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Menurutnya, maskot Si Juhan yang diperkenalkan tahun ini adalah simbol penting bagi pers yang harus sehat secara moral dan berpihak pada publik.

Maskot HPN 2026

 

“Kami berharap Hari Pers Nasional dapat terus menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara insan pers, dunia pendidikan, dan masyarakat. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto berharap agar pers nasional semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan tanggung jawab sosial.”

Selain itu, beliau juga menambahkan “Kami juga berharap kolaborasi antara media dan institusi pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan  semakin ditingkatkan,  terutama untuk mendukung pengembangan literasi media, dakwah moderat, serta pembinaan generasi muda yang kritis, kreatif, dan berakhlak mulia. Semoga pers Indonesia senantiasa menjadi penerang bagi bangsa dan mampu berkontribusi positif dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat”.

Sekretaris Prodi KPI, Dedi Riyadin, mengingatkan bahwa di era digital, peran pers sebagai validator informasi jauh lebih krusial dibandingkan sebelumnya.

“Pers adalah garda terdepan validasi kebenaran. Pers sebagai salah satu pilar demokrasi berperan menjadi penyeimbang kekuasaan, oleh karenanya pers memiliki tugas dalam mengawasi dan mengontrol kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah”.

Beliau juga menambahkan bahwa “Pesatnya perkembangan AI menjadi tantangan tersendiri, pers dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kehadiran AI. Beradaptasi bukan sepenuhnya bergantung pada AI, tapi bagaimana AI digunakan secara bijak dalam mendukung tugas-tugas pers.”

 

Sumber: idn.freepik.com

 

Semangat HPN tahun ini terasa spesial bagi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SAKA. Nur Kholiifah, Ketua LPM SAKA periode baru 2026-2027, menitikberatkan harapannya pada aspek kebebasan berpendapat.

” Semoga pers lebih mendapatkan kebebasan dalam menyuarakan informasi yang ada, bisa menginformasikan suatu informasi yang fakta.” ungkap mahasiswi yang akrab disapa Ifah tersebut.

Sebagai pemimpin baru, Ifah saat ini tengah mempersiapkan nakhoda organisasinya untuk satu tahun ke depan. Fokus utama LPM SAKA dalam waktu dekat adalah agenda pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) yang dijadwalkan bulan depan.

Berbagai program kerja (Proker) inovatif telah masuk dalam daftar rancangan, di antaranya:

  • Seminar Jurnalistik untuk mengasah skill kepenulisan.
  • MAPTA (Masa Penerimaan Anggota) guna menjaring talenta baru.
  • Nubar (Nulis Bareng) dan Fun Gathering untuk membangun solidaritas anggota.

Peringatan HPN ke-60 di UIN Saizu ini bukan sekadar seremoni, melainkan janji akademik dan aktivisme mahasiswa untuk tetap menjaga pers sebagai penerang peradaban bangsa yang bermartabat.