Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) menggelar kegiatan Gerakan AKSARA 2026 Goes to MAN Purbalingga pada Senin, 18 Mei 2026, bertempat di MAN Purbalingga. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mengenalkan serta meningkatkan pemahaman bahasa isyarat kepada para siswa sekolah agar lebih peduli terhadap komunikasi inklusif melalui gerakan tangan.

Kepala MAN Purbalingga H. Jahroni, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkungan sekolah perlu menerapkan pendidikan inklusif, melalui Gerakan Aksara yang diselenggarakan oleh HMPS KPI diharapkan mampu menumbuhkan sikap terbuka dan saling menghormati dalam diri siswa.
“siswa tidak hanya belajar tapi juga mampu mengimplementasikan bagaimana menggunakan bahasa isyarat,” imbuhnya.
Antusiasme para siswa MAN Purbalingga terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Bagi para siswa, pelatihan bahasa isyarat menjadi pengalaman baru yang jarang ditemui dalam pembelajaran di sekolah. Bahkan, beberapa siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berani maju untuk mempraktikkan langsung bahasa isyarat yang telah diajarkan. Hal tersebut menunjukkan tingginya rasa penasaran sekaligus semangat belajar para peserta terhadap komunikasi inklusif.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan dari pihak MAN Purbalingga, ketua pelaksana, serta HMPS KPI. Setelah itu dilakukan penyerahan plakat dan sertifikat kepada pihak MAN Purbalingga sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama dalam mendukung kegiatan Gerakan AKSARA 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelatihan serta pengenalan bahasa isyarat yang disampaikan langsung oleh komunitas tuli kepada para siswa.
Tidak hanya menerima materi, para siswa juga mengikuti sesi praktik bahasa isyarat secara langsung. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat saat peserta mencoba mempraktikkan gerakan-gerakan dasar bahasa isyarat di depan peserta lainnya. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan hadiah kepada siswa yang berani maju dan berhasil mempraktikkan bahasa isyarat dengan baik. Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan harapan agar kesadaran mengenai pentingnya komunikasi inklusif dapat terus berkembang di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Wakil HMPS KPI, Septi, menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan AKSARA menjadi langkah kecil untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya komunikasi yang inklusif. Menurutnya, bahasa isyarat tidak seharusnya hanya dikenal di lingkungan sekolah luar biasa, tetapi juga perlu dipahami oleh masyarakat umum agar tercipta ruang komunikasi yang lebih terbuka bagi semua orang.
“Melalui kegiatan AKSARA ini kami berharap bahasa isyarat tidak hanya dikenal di lingkungan sekolah umum seperti MAN Purbalingga maupun di sekolah luar biasa, tetapi juga bisa menjadi budaya komunikasi yang lebih inklusif di tengah masyarakat, karena setiap orang berhak untuk didengar, dipahami, dan dihargai tanpa batas,” ujar Septi.