Purbalingga — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI kembali menggelar kegiatan Gerakan Aksara. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman mengenai komunikasi non-verbal sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas, khususnya penyandang tunarungu dan tunawicara melalui pembelajaran bahasa isyarat.
Mengusung tema “Suarakan Kepedulian dengan Gerakan Tangan”, kegiatan ini resmi dibuka pada Jumat (15/5/2026) di Aula Fakultas Dakwah Kampus 2 Purbalingga. Hadir dalam acara tersebut ketua prodi KPI, sekretaris prodi KPI, perwakilan dari Komunitas Tuli Purbalingga, guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Purbalingga, relawan lintas kampus, serta penerjemah bahasa isyarat atau Juru Bahasa Isyarat (JBI).
Dalam sambutannya, ketua prodi KPI Dr. Uus Uswatusolihah, MA. mengapresasiasi kegiatan yang dilakukan oleh pengurus HMPS KPI periode 2026/2027. Melalui acara ini, diharapkan mampu menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan bahasa isyarat.
“Saya berharap keterampilan mahasiswa tidak hanya berhenti pada komunikasi verbal, tapi juga komunikasi non-verbal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Gerakan Aksara mampu menciptakan suasana kampus yang inklusif dan nyaman bagi semua kalangan.

Dalam sesi penyampaian materi, Guru SLB Purbalingga, Agus Hasim, menegaskan bahwa belajar bahasa isyarat bukan hal yang sulit apabila disertai kemauan dan pola pikir yang terbuka.
“Belajar bahasa isyarat itu tidak sulit, tergantung kepada mindset kita. Jadi terus gencarkan bahasa isyarat untuk lebih dekat dengan teman-teman disabilitas, terutama tunarungu dan tunawicara,” terangnya.
Sementara itu, pemateri kedua dari Komunitas Tuli Purbalingga, Mohammad Aji Nugroho, menyampaikan bahwa penyandang disabilitas bukan kelompok yang harus dikucilkan, melainkan membutuhkan perhatian dan kepedulian agar tercipta lingkungan komunikasi yang inklusif.
“Teman-teman disabilitas bukanlah teman-teman yang dikucilkan, tetapi perlu mendapatkan perhatian khusus supaya kita lebih peduli dan sadar, sehingga dapat menciptakan komunikasi yang inklusif, nyaman, dan aman bagi mereka,” katanya.


Kegiatan ini kemudian berlanjut pada Sabtu (16/5/2026) dengan agenda pelatihan bahasa isyarat bersama Komunitas Tuli Purbalingga. Dalam sesi tersebut, para relawan diajak mempelajari bahasa isyarat sebelum mereka mengimplementasikannya pada rangkaian kegiatan di MAN Purbalingga dan SLB.
Penyelenggara berharap kegiatan Gerakan Aksara menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyandang disabilitas.