Purwokerto — Berbekal keberanian untuk menyuarakan perlindungan perempuan dan anak, Septi Rahmadani, mahasiswi prodi KPI UIN Saizu sukses mengukir prestasi sebagai 1st Runner Up Miss Hijab Jawa Tengah 2026. Acara Grand Final yang diselenggarakan oleh Royal Luxe Pageant dan Yayasan Miss Hijab Jawa Tengah tersebut berlangsung sukses pada Minggu (2/8/2026), serta disiarkan melalui TATV Solo.
Ajang tingkat regional ini diikuti oleh 23 peserta terpilih yang mewakili berbagai kabupaten di seluruh wilayah Jawa Tengah. Para peserta harus melewati serangkaian tahapan ujian panggung yang ketat dengan batasan waktu bicara maksimal 60 detik di setiap babak. Tahapan penilaian tersebut meliputi Keyword Challenge (Top 15), Branding Challenge (Top 10), Pemaparan Advokasi (Top 5), Speech (Top 3), hingga tahap akhir Question & Answer (QnA) bersama dewan juri.
Menurut Septi, perempuan memiliki peranan penting dalam memberikan advokasi sosial serta dampak nyata bagi perlindungan Perempuan dan anak.
“Motivasi utama saya adalah menyediakan platform dan penguat suara (amplification) bagi advokasi sosial yang saya inisiasi, yaitu #SpeakUpSister. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan berhijab dan kader pergerakan mampu tampil anggun, berakhlak, berprestasi, serta membawa dampak nyata bagi perlindungan perempuan dan anak di Jawa Tengah,” ujar peraih Juara 1 Duta Komunikasi dan Edukasi Bank Indonesia Jateng 2025 itu.

Lewat Gerakan #SpeakUpsister, Septi menitikberatkan pada tiga pilar utama: Speak Up untuk mendorong keberanian korban melapor, Stay Safe sebagai edukasi batasan diri sejak dini, serta Support Each Other guna mengikis budaya menyalahkan korban (victim blaming).
Prestasi yang diraih Septi merupakan hasil kolaborasi dan dukungan luas dari keluarga, kampus UIN Saizu, hingga Pemerintah Kabupaten Banyumas (Bupati Banyumas, TP PKK, Dinporabudpar, dan Dinarpus Banyumas).
“Pencapaian ini bukan milik saya sendiri, melainkan hasil dari doa, kepercayaan, dan gotong royong kita bersama. Terima kasih yang mendalam untuk orang tua, keluarga, Pemkab Banyumas, sahabat-sahabat PMII, UIN Saizu, dan seluruh masyarakat Banyumas,” tutur sosok yang juga pernah menjuarai Duta Pembicara Muda Indonesia 2026 tersebut.
Ke depan, Septi berkomitmen memperluas jangkauan #SpeakUpSister bersama DinsosP3A, organisasi kepemudaan, dan akademisi di Jawa Tengah.
Ia pun memberi pesan inspiratifnya bagi generasi muda untuk tidak takut dalam melangkah.
“Jangan pernah takut untuk memulai dan jangan batasi potensimu. Jadikan hijab dan identitas dirimu sebagai kekuatan, bukan penghalang. Selama kita memiliki niat yang tulus untuk memberi manfaat, konsisten berproses, dan berani bersuara, jalan menuju keberhasilan akan selalu terbuka.” Tutupnya. (drs)