Dosen KPI UIN Saizu Bekali Kader NU Susukan Keterampilan Literasi Digital dan Jurnalistik

BANJARNEGARA – Sebagai bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan jurnalistik bagi kader Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (19/7/2026).

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh derasnya arus informasi di media sosial yang sering kali membawa dampak negatif, seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Oleh karena itu, kader penggerak NU dituntut memiliki kompetensi ganda, yaitu unggul dalam pemahaman keagamaan sekaligus cakap dalam literasi digital.

Bertempat di MTs Ma’arif NU 01 Susukan, acara ini diikuti oleh 26 peserta yang merupakan perwakilan pengurus MWC NU dan Badan Otonom seperti Fatayat, IPNU, serta IPPNU.

Ketua Tanfidziah MWC NU Susukan, Kyai Achmad Amirudin, S.Ag., S.Sos., menegaskan bahwa untuk membentengi umat dan membumikan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah secara efektif, pengurus dan badan otonom dituntut untuk melek media. Aktivitas dakwah di era sekarang juga bisa memanfaatkan ragam saluran, seperti media digital.

“Kegiatan dakwah tidak hanya dilaksanakan langsung secara tatap muka, tapi bisa memanfaatkan berbagai media di antaranya adalah media digital,” ujar Kyai Achmad Amirudin dalam sambutannya.

Dalam sesi materi, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif dari empat narasumber. Dr. Uus Uswatusolihah, MA. menekankan pentingnya menjaga etika Islam dalam berkomunikasi, baik secara luring maupun daring.

“Etika komunikasi diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan menghindari konflik,” Ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Dedy Riyadin Saputro, M.I.Kom. mengingatkan peserta untuk selalu waspada terhadap hoaks dan perundungan siber dengan melakukan cek dan ricek.

“Tantangan besar dalam media digital antara lain masifnya penyebaran hoaks, cyberbullying, dan ujaran kebencian,” ungkap Dedy.

ia mengharapkan agar semua pihak mampu memproteksi diri dengan cara saring sebelum sharing.

Selain teori, para peserta juga mendapatkan pelatihan teknis. Nurul Khotimah, M.Sos. membimbing peserta dalam teknik penyusunan berita, sementara Alvin Hidayat, S.Sos. dari Humas UIN Saizu memberikan materi strategi pengelolaan konten media sosial organisasi. Alvin menekankan bahwa konten organisasi harus memiliki identitas yang jelas dan lebih banyak diisi dengan informasi serta edukasi.

Antusiasme terlihat saat peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan media dan strategi penyusunan konten di media sosial.

Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Muskinul Fuad, M.Ag., menyampaikan apresiasinya dan berharap kegiatan ini dapat mempererat sinergitas antara akademisi dan organisasi keagamaan dalam mengembangkan dakwah digital.

Kegiatan workshop ini ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan sesi foto bersama antara seluruh peserta, panitia, dan jajaran pengurus MWC NU Susukan.