Berawal dari Semangat Public Speaking, Septi Rahmadani Terpilih sebagai Duta Pembicara Muda Indonesia 2026

Mahasiswa KPI UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Septi Rahmadani, berhasil meraih gelar Duta Pembicara Muda Indonesia 2026 dalam ajang pemilihan yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi tersebut diselenggarakan secara daring oleh PT Duta Pembicara Muda Indonesia dengan rangkaian seleksi yang berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026.

Ajang Duta Pembicara Muda Indonesia 2026 dimulai dengan proses pendaftaran pada 16 Februari 2026. Para peserta kemudian mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes wawancara, tes tertulis, hingga tes pidato yang berlangsung pada 5–8 April 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 10 April, sementara acara rewarding atau penganugerahan digelar pada 1 Mei 2026 di Jakarta.

Septi mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat membahagiakan baginya setelah melalui proses yang panjang.

“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu karena perjuangan serta proses panjang yang saya jalani akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa motivasinya mengikuti ajang tersebut adalah untuk mengembangkan kemampuan public speaking, memperluas pengalaman, serta menjadi anak muda yang mampu memberikan inspirasi dan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik memiliki peran penting bagi generasi muda dalam menyampaikan ide, membangun kepercayaan diri, serta menjadi pribadi yang aktif dan berpengaruh di lingkungan sosial maupun profesional.

Dalam proses seleksi, Septi mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama pada tahap wawancara dan tes public speaking. Pada tahap tersebut, ia harus mampu menunjukkan kemampuan komunikasi, wawasan, serta rekam jejak yang dimilikinya di hadapan para juri.

Untuk mempersiapkan diri, Septi terus melatih kemampuan berbicara di depan umum, memperbanyak pengalaman public speaking, serta memperluas wawasan di bidang komunikasi. Ia juga berupaya membangun mental dan rasa percaya diri agar dapat tampil maksimal selama proses seleksi.

Bagi Septi, prestasi ini menjadi bukti bahwa proses, kerja keras, dan konsistensi dapat menghasilkan capaian yang membanggakan. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang, baik secara akademik maupun personal.

Ke depan, Septi berencana untuk lebih aktif mengedukasi dan memotivasi generasi muda melalui berbagai kegiatan public speaking, seminar, edukasi komunikasi, serta konten inspiratif di media sosial. Ia juga menegaskan pentingnya keberanian generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut salah. Kemampuan public speaking bukan tentang siapa yang paling sempurna, tetapi siapa yang mau terus belajar, berlatih, dan berani menyampaikan suaranya,” pesannya.

Septi juga mengungkapkan bahwa dukungan dari orang tua, keluarga, teman-teman, serta lingkungan sekitar menjadi sumber semangat terbesar dalam perjalanan yang ia tempuh hingga meraih prestasi tersebut.